Minggu, 02 Januari 2011

Surat Seorang PenganggurUntuk Kekasihnya

Perlu kau pahami neng,
Aku sedang memberiakan makna pada arti belajarku kemarin
Aku sedang bergulat dengan nafsu mudaku
Aku sedang meruhanikan gelar sarjanaku
Aku sedang bersusuran di jalan, di gang-gang sempit, di pinggir comberan dan di bawah-bawah lampu-lampu gedung mewah yang congkak

Aku tidak tahu makna belajarku 5 tahun di perguruan tinggi
Aku tidak mengerti mengapa nafsu dan cita-cita menjadi sama, menjadi kegelisahan yang hanya melahirkan penderitaan
Aku tidak paham mengapa setiap meja kantor telah menjadi papan catur
Aku tidak tahu mengapa setiap orang melakukan perhitungan untung rugi dalam hidupnya

Tahukah kau neng,
Masaku yang ini adalah masa yang hampir setiap sarjana mengalaminya
Masaku yang ini adalah masa kesarjanaanku yang tanpa peluang, tanpa kesempatan
Masaku yang ini adalah masa sulit hidup di antara ribuan sarjana pengangguran

Neng,
Aku tidaklah sedang mengeluh padamu
Karena ku tahu keluhan hanya akan melahirkan mental cengeng
Aku pun tidak hendak berbagi sudah padamu
Karena susah adalah milikku

Aku hanya ingin memberitahukanmu neng,
bahwa segala-segala yang susah itu nanti akan berubah, .
Dari hidup tanpa kesempatan menjadi berpeluang
Dari pemikiran yang sempit menjadi lapang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar