Di bawah malam telanjang terbuka
aku menitikkan, menghabiskan nada-nada buta durhaka.
Dua ekor burung gereja ngantuk berdekapan di batang pohon beringin.
Menengadahku, Menikmati Langit malam dan melongok ke pojok Negara yang kusam
Telap cita satu-satu, lima menit jatuh berontokan.
Kenyataan dan cita-cita beradu mati semayam di bawah mimpi-mimpi.
Berbenalu dalam kehidupan.
Carinya aku di semak, dalam kabut, di pasir panas, dalam udara yang dingin.
Aku ikhlaskan, marah harus dipendam.
Angin colek palingkan tujuan. Mengkerdilkan logika pikiran
.
Kau ajak aku berlayar di lautan yang resah dari bertahun gelisah.
Dan akhirnya kau bangunkan ku dari tidur di ranjang mimpiku.
Aku relakan, harapan harus berdamai jabat tangan dengan kenyataan
Ayodia, 03 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar