Minggu, 06 Desember 2009

Api

Ia kembali datang menjadi api
Membakar apapun yang di dekatnya
Sebentarpun tak ada waktu untuk menjadi dingin
Apinya terus membakar, bakar yang ada
Mawar merah itupun ikut terbakar
Amarahnya memuncak
Dan aku hanya duduk, diam
Berharap pembakaran ini cepat usai
Tenang dan kemudian bicaralah!
Dengar dan kemudian baru berbicara!
Kami berpelukkan, kami berangan, kami punya harapan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar