Aku tulis sajak ini di bawah terang bulan dan disamarkan malam
Aku terombang-ambing di pusaran tata cara bercinta bernorma
Dalam huru-hara cinta yang haru aku merapuh
Cinta bukanlah pinta, cinta sebenarnya hadiah
Kita bercinta di kabut pekat
Tak terang pandang mata yang tersekat
Walau bunyi-bunyi burung mendendangkan cinta yang menelerkan
Cinta bukanlah pinta, cinta sesungguhnya hadiah
Adam dan hawa adalah cinta pertama
Aku dan kau menjadi cinta yang durjana
Kini, tiadalah kita melangkah jalan bersama
Cinta bukanlah pinta, cinta hakikatnya hadiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar